Tolong Menolong Dalam Kebaikan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

رَحِمَ اللهُ رَجُـلاً، قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى، وَأَيْقَظَ اِمْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِيْ وَجْهِهَا الْمَاءَ، وَرَحِمَ اللهُ اِمْرَأَةً، قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ، وَ أَيْقَظَتْ زَوْجَهَا، فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِيْ وَجْهِهِ الْمَاءَ

“Semoga Allah selalu merahmati seorang laki-laki (suami) yang bangun malam lalu mengerjakan shalat, dan membangunkan istrinya. Jika isterinya enggan, ia memercikan air ke wajah isterinya.

Semoga Allah juga senantiasa merahmati seorang perempuan (isteri) yang bangun malam lalu dia mengerjakan shalat, dan membangunkan suaminya. Jika suaminya enggan, ia memercikan air ke wajah suaminya.” (HR. Abu Dawud, hasan)

Kandungan hadits :

1. Anjuran untuk tolong-menolong dalam kebajikan dan takwa, serta lebih mengutamakan untuk mengikuti perintah ilahi daripada kesenangan nafsu.
2. Disunnahkan bagi laki-laki dan perempuan melakukan qiyamul lail.
3. Tindakan seorang suami mengusik istrerinya, demikian juga sebaliknya untuk bangun malam (shalat) bukan suatu perbuatan dosa, melainkan merupakan perbuatan yang berpahala bagi pelakunya.
4. Anjuran memperbanyak berbuat kebaikan. Hal itu berarti bahwa siapa pun yang membuat suatu kebiasaan baik, maka baginya pahala jika mengerjakannya, baginya pula pahala orang yang mengamalkannya sampai hari Kiamat, tak berkurang sedikit pun.
5. Sabar untuk mendapatkan buah dari amar makruf dan nahi mungkar.
6. Apabila dalam beramar makruf dan bernahi mungkar itu ada potensi timbulnya suatu kesulitan, maka kedua tugas itu tetap harus dilaksanakan

Oleh : Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali

Sumber : Syarah Riyadhush Shalihin, Pustaka Imam Asy-Syafi’i

text2993

23084 Total Views 10 Views Today
Tagged with

Leave a Reply

Your email address will not be published.