Tanda Kiamat, Sungai Eufrat Menyingkap Gunung Emas

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَحْسِرَ الْفُرَاتُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ، يَقْتَتِلُ النَّاسُ عَلَيْهِ، فَيُقْتَلُ مِنْ كُلِّ مِائَةٍ، تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، وَيَقُولُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمْ: لَعَلِّي أَنْ أَكُونُ أَنَا الَّذِي أَنْجُو

وَفِي رِوَايَةٍ: يُوشِكُ أَنْ يَحْسِرَ الفُرَاتُ عَنْ كَنْزٍ مِنْ ذَهَبٍ، فَمَنْ حَضَرَهُ فَلاَ يَأْخُذْ مِنْهُ شَيْئًا

“Hari Kiamat tidak akan terjadi sampai sungai Eufrat menyingkap gunung emas, sehingga orang-orang salng membunuh untuk mendapatkannya. Setiap seratus orang harus tewas sebanyak sembilan puluh sembilan orang. Setiap orang dari mereka berkata : “Mudah-mudahan akulah yang selamat (untuk memperolehnya).”

Dalam salah satu riwayat : “Hampir saja Sungai Eufrat menyingkapkan perbendaharaan emas. Barang siapa yang mendapati hal tersebut maka janganlah mengambil sedikit pun darinya.” (Muttafaq ‘alaih).

Kandungan hadits :

1. Hadits ini merupakan peringatan bahwa hari Kiamat telah dekat, sementara pada waktu itu orang-orang lalai dalam mengingat bencana yang akan terjadi.
2. Hadits ini memberitahu bahwa orang-orang mencintai kekayaan berupa emas dan mereka berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Watak dasar manusia adalah rakus dan serakah. Seandainya salah seorang di antara mereka telah mempunyai satu lembah emas, pasti dia berharap untuk memiliki dua lembah emas lagi.
3. Berlomba-lomba dalam memperoleh harta dunia dan keindahannya dapat mengakibatkan perbuatan-perbuatan zhalim dan saling membunuh.
4. Hadits ini memberi tahu tentang perkara ghaib yang kenyataannya belum terungkap. Oleh karena itu, kita wajib mengimaninya sesuai dengan konteks lahirnya hadits ini. Berita itu pasti akan menjadi kenyataan, sebagaimana yang telah dikabarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga tidak perlu mentakwil hadits tersebut.
5. Haram mengambil harta dan emas berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits tersebut : “Barang siapa yang mendapati hal tersebut, maka janganlah mengambil sedikitpun darinya.”
(Sumber : Syarh Riyadhush Shalihin, Syaikh Salim Al Hilali, Pustaka Imam Asy-Syafi’i)

g2993

31173 Total Views 24 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published.