Sunnah Menulis Wasiat Ketika Sakit

-Ketika Sakit (terlebih sakit keras) hendaknya menulis wasiat

-Wasiat tidak mesti mengenai harta saja tapi, wasiat takwa dan menjaga dan mendidik saudara atau adiknya

-Menulis wasiat tidak mesti ketika sakit, bisa juga ketika sehat atau ketika akan safar berpergian yang lama

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak pantas bagi seorang muslim yang memiliki sesuatu yang ingin ia wasiatkan untuk melewati dua malamnya melainkan wasiatnya itu tertulis di sisinya.” (Muttafaq ‘alaihi)

Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata,

“Semenjak kudengar sabda beliau ini, tidak pernah lewat satu malam pun, melainkan aku sudah mempunyai wasiat.”

Hukumnya Wasiat

Dalam Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah dijelaskan,

“Wasiat hukumnya mustahab/sunnah. jika ia mempunyai harta yang banyak, disunnahkan berwasiat  dengan sepertiga atau seperempat atau seperlima atau berwasiat untuk mewujudkan kebaikan dan amal kebaikan. Hukumnya tidak wajib akan tetapi jika ia berkehendak, maka sebaiknya ia bersegera menulisnya.” (Sumber: http://alifta.org/fatawa/fatawaDetails.aspx?View=Page&PageID=3719&PageNo=1&BookID=5)

Tidak mesti berwasiat saat sakit keras/pengantar ajal saja

Tentu lebih mengena jika kita berwasiat kepada keluarga kita dengan tulisan,

“Wahai anakku, bertakwalah kepada Allah, jangan nakal ya, tetap semangat belajar dan jangan lupakan akhirat”

“Wahai istriku, bertakwalah kepada Allah dan didiklah anak kita agar sukses di akhirat”

Atau wasiat semacamnya dengan kata-kata yang menyentuh dan memberi semangat

Begitu juga para ulama memberikan wasiat kepada keluarganya semisal agar jangan menangis berlebihan jika saya meninggal, kubur saya jangan di bangun bangunan dan jangan mengadakan peringatan kematian saya dan lain-lainnya.

 

Disarikan dari tulisan: Ustadz Raehanul Bahraen di situs http://muslimafiyah.com/sunnah-menulis-wasiat-ketika-sakit.html

image10

12093 Total Views 5 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published.