Shalawat kepada Nabi & Keluarganya

Dari Abu Humaid as-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Para sahabat bertanya : ‘Wahai Rasulullah, bagaimana cara kami bershalawat kepada engkau?’ Beliau bersabda: ‘Katakanlah: Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad, para isteri, dan anak cucunya sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada keluarga Ibrahim. Berkahilah Muhammad, para isteri, dan anak cucunya sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.'”

(Muttafaq’alaih)

Kandungan hadits :

1. Sifat shalawat dan salam kepada Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam adalah taufiqiyyah (ketentuan tegas) tidak boleh ditambah, sebagaimana dikatakan sebagian orang : “Warham Muhammadan wa aala Muhammad (dan sayangilah Muhammad dan keluarga Muhammad),” seperti ditegaskan an-Nawawi rahimahullah di dalam al-Adzkaar.
2. Diperbolehkan bershalawat kepada selain Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi sebagai kalimat do’a susulan setelah beliau. Namun, setelah hal itu menjadi sebuah syi’ar kaum yang suka mengikuti hawa nafsunya, maka kami tidak mau membela mereka tentang itu.
3. Diperbolehkan mengucapkan shalawat secara terpisah dari salam, atau juga sebaliknya. Sebab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan cara salam sebelum mengajarkan cara bershalawat. Di dalam shalat ketika tasyahhud, didahulukan ucapan salam sebelum ucapan shalawat kepada beliau. Akan tetapi, yang paling sempurna adalah menggabungkan shalawat dan salam kepada beliau, karena adanya perintah tersebut di dalam ayat.
4. Sebagai kesimpulan dari semua dalil yang ada, penulis memilih hukum wajib membaca shalawat dan salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini mengingat adanya perintah di dalam dalil-dalil yang ada, di samping besarnya keutamaan dan penjelasan dosa dan tercelanya orang yang tidak melakukannya, baik di dunia maupun di akhirat.
5. Manfaat perintah shalawat dan salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tampak dalam beberapa hal, antara lain :

a. Sebagai balas jasa terhadap kebaikan beliau, sedangkan kebaikan beliau terus-menerus berkesinambungan. Kita tidak akan mampu membalas seluruh jasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, kita wajib mendo’akan beliau.
b. Bershalawat menunjukan bersihnya ‘aqidah, murninya niat, ungkapan rasa cinta, kekalnya kepatuhan, dan penghormatan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai perantara yang mulia sampainya ajaran itu kepada kita dari Allah, Rabbul ‘Izzah Tabaaraka wa Ta’aalaa.

Oleh : Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali

Sumber : Syarah Riyadhush Shalihin, Pustaka Imam Asy-Syafi’ig6145

20864 Total Views 13 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published.