Sebab Terbunuhnya Nabi Yahya AS

Al Hafizh Ibnu Asakir meriwayatkan dalam kitab al Mustaqshaa fii Fadhaaili al Aqshaa dari jalur al Abbas bin Shabh dari Marwan dari Sa’id bin Abdul Aziz dari Qasim, pembantu Mu’awiyah, ia berkata : “Raja kota damaskus adalah Haddad bin Haddad. Ia menikahkan anaknya dengan keponakannya Aril ratu Shida. Diantara harta kekayaannya adalah pasar raja yang ada di Damaskus. Ia telah bersumpah hendak menjatuhkan talak tiga kepada isterinya. Kemudian ia hendak rujuk kembal. Lalu ia minta fatwa kepada Yahya bin Zakariya. Yahya berkata : “Kamu tidak diperbolehkan rujuk kepada isterimu sebelum ada laki-laki lain yang menikahinya.

Wanita tersebut merasa dengki terhadapnya dan ia meminta kepada raja untuk diberikan kepala Yahya bin Zakariya, Hal itu berdasarkan petunjuk dari ibunya. Awalnya sang raja menolaknya, namun akhirnya ia mengabulkan permintaanya. Maka diutuslah orang untuk membunuh Yahya yang sedang shalat di masjid Jirun dan membawa kepalanya. Kepala tersebut berkata kepada sang raja : “Kamu tidak boleh menikahinya sebelum ada laki-laki lain yang menikahinya.” Lalu perempuan tersebut mengambil nampan dan membawa kepala tersebut menghadap ibunya sedangkan kepala tersebut tetap berkata yang sama. Ketika kepala tersebut berada di hadapan ibu tadi, maka sang ibu menjadi lumpuh hingga ke lutut lalu ke pinggangnya. Ibu tadi menjerit dan para dayang pun juga menjerit dan memukul-mukul wajah mereka. Akhirnya lumpuh tersebut merembet hingga pundaknya, maka ibunya memerintahkan untuk membelah kepalanya. Dan hal itu pun dilakukan dan akhirnya jasadnya terjatuh di tanah. Ia jatuh dalam kehinaan dan kehancuran. Darah Yahya terus mendidih hingga datangnya Bukhtanashr yang membunuh 75.000 orang sebagai gantinya.

Sa’id bin Abdul Aziz berkata : “Kesemuanya adalah darah para Nabi. Darah tersebut terus mendidih hingga akhirnya Armia ‘alaihis sallam berdiri di dekatnya dan berkata : “Wahai darah, Bani Israil telah binasa, maka tenanglah dengan seijin Allah.” Maka darah tersebut menjadi tenang dan pedang pun diangkat serta orang-orang penduduk Damaskus berlarian menuju Baitul Maqdis. Ia mengikuti mereka hingga Baitul Maqdis dan membunuh dalam jumlah banyak yang tak terhitung lagi dan sebagian yang lain ditawan lalu kembali.

(Sumber : Kisah Para Nabi & Rasul, Ibnu Katsir, Pustaka as-Sunnah)g3781

12339 Total Views 8 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published.