Obat Peredam Amarah

Jika seseorang bertanya, “Apabila sebab untuk marah didapati, kemudian ia marah, apa yang harus ia lakukan?”

Jawaban, alhamdulillah ada obatnya, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Adapun obat yang berupa ucapan, hendaklah ia mengucapkan :

أَعُوذُ بِاَللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Aku berlindung kepada Allah dari (godaan) syaitan yang terkutuk.”

Karena ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seseorang sangat marah, beliau bersabda,

“Aku sungguh mengetahui satu kalimat yang jika ia mengucapkannya maka marahnya akan hilang, yaitu jika ia mengucapkan, ‘A’uudzu billaahi minasysyaithaanirrajiim (aku berlindung kepada Allah dari (godaan) syaitan yang terkutuk).'” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sedangkan obat yang berupa perbuatan adalah jika ia marah dalam keadaan berdiri hendaklah ia duduk, jika ia duduk hendaklah ia berbaring, karena perubahan keadaan secara zhahir membawa perubahan secara bathin (kejiwaan). Jika hal itu tidak berpengaruh banyak, maka hendaklah ia berwudhu’, karena hal ini akan melupakan keadaannya yang sedang marah, dan wudhu’ bisa memadamkan panasnya api kemarahan.

Apakah cukup hanya dengan hal-hal diatas saja?

Jawabnya, tidak cukup dengan hal-hal di atas. Bisa juga kita katakan, “Jika engkau sedang marah, tinggalkan tempatmu saat itu, dan inilah yang banyak dilakukan oelh orang-orang, artinya jika seseorang marah hendaklah ia keluar dari tempatnya hingga tidak terjadi apa yang dibenci setelah itu.

Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

(sumber : Syarah Hadits Arba’in, Pustaka Ibnu Katsir)g3001

21229 Total Views 3 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published.