Meminta Bantuan Jin

Soal:

Aku punya teman yang datang dari Yaman dan mengutarakan kepadaku beberapa perkara dan kisahnya sangat panjang, singkatnya dia berkata kepadaku bahwa dia memiliki sekelompok jin muslim, dan dia berkata kepadaku bahwa dia menginginkanku untuk bekerjasama (dengan jin) bersamanya untuk melepaskan sihir, akupun menolaknya. Dia bertanya kepadaku kenapa menolaknya. Aku pun menjawabnya bahwasannya bekerjasama dengan para jin adalah haram, baik dia jin muslim atau bukan muslim. Lalu dia pun meminta dalil dari jawabanku. Maka aku meminta tolong dari kalian untuk memberikan fatwa tentang ini disertai dalil. Ucapan syukur yang banyak untuk kalian. Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan dan ilmu yang bermanfaat dengan izin Allah.

Jawab:

Tidak diperbolehkan bekerjasama dengan jin baik untuk menghilangkan sihir atau mengobati kesurupan atau tujuan lainnya. Hal ini karena beberapa sebab, di antaranya;

g3051

  1. Bahwasannya hal itu hanya terkhusus untuk Nabi Sulaiman alaihi salam.

Allah berfirman tentang Nabi Sulaiman, artinya,

“Ia berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (QS. Shad: 35)

Oleh karena itu Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

إِنَّ عِفْرِيتًا مِنَ الجِنِّ تَفَلَّتَ البَارِحَةَ لِيَقْطَعَ عَلَيَّ صَلاَتِي، فَأَمْكَنَنِي اللَّهُ مِنْهُ فَأَخَذْتُهُ، فَأَرَدْتُ أَنْ أَرْبُطَهُ عَلَى سَارِيَةٍ مِنْ سَوَارِي المَسْجِدِ حَتَّى تَنْظُرُوا إِلَيْهِ كُلُّكُمْ، فَذَكَرْتُ دَعْوَةَ أَخِي سُلَيْمَانَ رَبِّ هَبْ لِي مُلْكًا لاَ يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي فَرَدَدْتُهُ خَاسِئًا

“Sesungguhnya jin Ifrit tiba-tiba menggangguku untuk memutus shalatku tadi malam. Kemudian Allah memberi kemampuan kepadaku untuk mengalahkannya, lalu akupun memegangnya. Kemudian aku ingin mengikatnya di salah satu tiang masjid, sehingga kalian semua bisa melihatnya. Namun aku teringat doa saudaraku Nabi Sulaiman: Wahai Rabku, anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku. Kemudian akupun melepaskannya sementara dia dalam kondisi terhina. (HR. al-Bukhari)

Barangsiapa yang meminta bantuan jin, maka dia telah melanggar adab Nabi bersama para Nabi yang lain.

  1. Bahwasannya Jin ada yang Mukmin ada yang Kafir, dan mereka adalah makhluk yang tersembunyi, maka siapakah yang menjamin bahwa jin yang kita bermuamalah dengannya adalah muslim?

Tidak ada satu pun yang bisa memastikan hal itu. Mungkin akan ada yang berkata, “Sesungguhnya jin yang saya bermuamalah dengannya berkata, “Bahwa dia Muslim”

Maka saya katakan, “Meskipun dia berkata demikian, siapa yang menjamin bahwa dia jujur? Dan telah datang setan dalam rupa manusia kepada Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dan dia mengaku orang fakir miskin dan dia memiliki keluarga.

Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah menjadikanku pengawas untuk menjaga zakat Ramadhan. Tiba-tiba datang  pencuri yang mengambil sedikit makanan, aku pun menangkapnya dan berkata, “Demi Allah akan aku laporkan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam.” Dia pun berkata, “Aku sangat membutuhkannya dan aku memiliki keluarga, dan aku sangat-sangat membutuhkannya.” Berkata Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, “Aku pun melepaskannya, hingga tiba waktu pagi.” Maka bersabdalah Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam, “Wahai Abu Hurairah apa yang diperbuat tawananmu semalam?” Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadu bahwa dia sangat-sangat membutuhkan, dan memiliki keluarga, maka aku kasihan hingga aku lepaskan dia.”

Berkata Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam, “Bahwasannya dia telah berbohong dan akan kembali.” Maka aku mengetahui bahwa dia akan kembali berdasarkan perkataan Nabi shalallahu alaihi wasalam. Maka aku pun mengintainya. Hingga dia datang dan mengambil sedikit makanan. Lalu aku menangkapnya. Aku berkata, , “Akan aku laporkan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam.” Dia berkata, “Biarkan aku, aku sangat membutuhkan dan aku memiliki keluarga, aku tidak akan kembali lagi.” Maka aku kasihan lalu aku bebaskan dia. Tiba waktu pagi.” Maka bersabdalah Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam kepadaku, “Wahai Abu Hurairah apa yang diperbuat tawananmu?” Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadu bahwa dia sangat-sangat membutuhkan, dan memiliki keluarga, maka aku kasihan hingga aku lepaskan dia.” Berkata Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam, “Bahwasannya dia telah berbohong dan akan kembali.” Maka aku pun mengintainya di malam ketiga. Hingga dia datang dan mengambil sedikit makanan. Lalu aku menangkapnya. Aku berkata, “Akan aku laporkan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam.” Dan ini adalah ketiga kalinya dia mengatakan tidak akan kembali lagi lalu kembali lagi. Lalu dia berkata, ‘Biarkanlah aku ajarkan sebuah kalimat yang Allah akan memberikan manfaat dengan kalimat tersebut.” Aku berkata, “Apa itu?”

“Jika engkau menuju tempat tidurmu, maka bacalah ayat Kursi hingga akhir ayat, maka sesungguhnya engkau akan mendapatkan Allah menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi.”

Aku pun melepaskannya. Tiba waktu pagi, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda kepadaku, “Wahai Abu Hurairah apa yang diperbuat tawananmu tadi malam?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah dia mengajarkan kalimat-kalimat yang menurutnya Allah akan memberikan manfaat dengan kalimat tersebut, maka aku lepaskan dia.” Rasul berkata, “Apa itu?” Aku menjawab, “Dia berkata, “Jika engkau menuju tempat tidurmu, maka bacalah ayat Kursi dari pertama hingga akhir, dan dia berkata kepadaku, “Sesungguhnya Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi.”

Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda, “Sesungguhnya dia telah berkata jujur padahal dia pembohong. Tahukah engkau siapa yang engkau ajak bicara selama tiga malam wahai Abu Hurairah? Aku menjawab, “Tidak.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam, “Itu adalah Setan.”

Maka para setan itu pembohong. Bisa jadi salah satu dari mereka berkata bahwa dia muslim untuk bermain-main dengan manusia muslim demi menguasainya. Oleh karena itu, sesungguhnya tolong menolong dengan jin kafir adalah perkara yang diharamkan karena bisa menjerumuskan ke dalam kekafiran dan kesyirikan.

  1. Terdapat seseorang yang bermuamalah dengan jin awal perkara. Dia menyangka bahwasannya dia bermuamalah dengan jin muslim, hingga jin-jin tadi menguasainya, sehingga dia menjadi pelayan para jin atau minimal dia meninggalkan kebaikan. Bahkan ada yang sampai ada yang mengingkari masuknya jin dalam tubuh manusia. Ini terjadi karena bermuamalah dengan jin.
  2. Kalau seandainya ini baik, maka Rasulullah dan para sahabatnya telah melakukannya (bermuamalah dengan jin), karena Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam telah disihir oleh orang Yahudi tetapi tidak membekas padanya, dan Nabi tidak datang kepada jin untuk membantunya mencari tempat yang terkena sihir, meskipun beliau terkadang berbicara dengan jin dan mendakwahkan Islam kepada jin.

Wallahu a’lam

 

Dijawab oleh Syaikh Abdurrahman bin Abdullah as-Sakhim dari http://www.almeshkat.net/

20828 Total Views 7 Views Today
Tagged with

Leave a Reply

Your email address will not be published.