Makanan dan Minuman Penghuni Surga

Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي ظِلَالٍ وَعُيُونٍ وَفَوَاكِهَ مِمَّا يَشْتَهُونَ كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئاً بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata-mata air. Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini. (Dikatakan kepada mereka): ‘Makan dan minumlah kamu dengan enak karena apa yang telah kamu kerjakan.'” (QS. Al-Mursalat : 41-43)

Dan Allah Ta’ala berfirman :

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ إِنِّي ظَنَنْتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئاً بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ

‘Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, dalam surga yang tinggi, buah-buahannya dekat,(kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”‘
(QS. Al-Haqqah : 19-24)

Allah Ta’ala berfirman :

وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ لَكُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ كَثِيرَةٌ مِنْهَا تَأْكُلُونَ

“Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan.” (QS. Az-Zukhruf : 72-73)

Allah Ta’ala berfirman :

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا
“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula).” (QS. Ar-Ra’d : 35)

Allah Ta’ala berfirman :

وَأَمْدَدْنَاهُمْ بِفَاكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ يَتَنَازَعُونَ فِيهَا كَأْساً لَا لَغْوٌ فِيهَا وَلَا تَأْثِيمٌ
“Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini. Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa.” (QS. Ath-Thuur : 22-23)

Dan Allah Ta’ala berfirman :
يُسْقَوْنَ مِنْ رَحِيقٍ مَخْتُومٍ خِتَامُهُ مِسْكٌ وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ
“Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (QS. Al-Muthaffifin : 25-26)

g3791Dalam Shahih Muslim disebutkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya penghuni Surga makan dan minum namun mereka tidak meludah, tidak kencing, tidak buang air besar, tidak beringus.’ Mereka bertanya : ‘Lalu bagaimana dengan makanan?’ Beliau menjawab, ‘Makanan mereka itu hanya keluar dalam bentuk sendawa bagaikan aroma kesturi. Mereka diberi ilham tasbih dan takbir, seperti kalian diberi ilham bernafas.'”
(HR. Muslim)

Dalam al-Musnad dan Sunan an-Nasa’i disebutkan melalui sanad yang shahih, sesuai dengan syarat kitab Shahih, dari Zaid bin Arqam, ia berkata : “Seorang laki-laki ahli kitab mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Abul Qasim, engkau menyangka bahwa penghuni Surga makan dan minum?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab :

‘Benar, demi Rabb yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya salah seorang penduduk surga akan diberi kekuatan seratus laki-laki dalam makan dan minum serta jima’ dan syahwat.’ Laki-laki yahudi berkata, ‘Sesungguhnya orang yang makan dan minum akan buat hajat (kotoran) sementara di Surga tidak ada kotoran’. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘ Hajat salah seorang mereka seperti keringat yang keluar dari kulit mereka seperti minyak kesturi lalu perutnya pun menjadi kosong.'” (Al-Musnad)

(Sumber: Wisata ke Surga, Ibnul Qayyim, Griya Ilmu)

19506 Total Views 9 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published.