Dukun Mengetahui Hal Ghaib?

Tanya : Apakah benar pernyataan yang menyebutkan bahwa penyihir, dukun, peramal, dan ahli nujum itu mengetahui banyak ilmu ghaib? Bagaimanakah kita menolak pengabaran mereka tentang sebagian peristiwa di masa mendatang dan kejadiannya setelah itu?

Jawab : Mereka adakalanya mengabarkan kepada manusia tentang hal-hal yang mereka terima dari para setan, yaitu apa yang dicurinya dari berita langit, atau tentang hal-hal yang tidak diketahui manusia dan setan mengetahuinya. Kemudian, setan mengabarkan kepada kaki tangannya dari kalangan setan manusia. Ini, bagi setan, bukanlah perkara ghaib; karena setan mendengarnya atau melihatnya.

Tetapi setan mencampur satu kalimat yang didengarnya itu dengan seratus kedustaan, dan manusia mempercayai semua perkataannya disebabkan satu kata yang didengarnya dari langit. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun kepada setiap pendusta lagi banyak dosa. Mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.” (Asy-Syu’ara’: 221-223)

Sedangkan pengetahuan tentang perkara ghaib merupakan kekhususan bagi Allah, tiada yang mengetahuinya kecuali Dia. Dia Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Katakanlah : ‘Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah’.” (An-Naml : 65)

Dia Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri.” (Al-An’am : 59)

Syaikh Sulaiman bin Abdullah rahimahullah berkata : “Maksudnya ialah mengetahui bahwa siapa yang mengklaim mengetahui sesuatu dari perkara ghaib, maka ia bisa jadi masuk dalam sebutan “dukun”, atau yang semakna dengannya, lalu dikategorikan dengannya. Hal itu mengingat bahwa penyampai memperoleh sebagian dari perkara-perkara ghaib di sebagian waktu lewat kasyaf (penyingkapan tabir), di antaranya ada yang dari setan dan ada pula dengan fa’l (alamat baik), menghalau, mengetuk, memukul pada kerikil, membuat garis di tanah, ramalan bintang, perdukunan, sihir… dan semisalnya dari ilmu-ilmu jahiliyah. Dan, yang kami maksud dengan jahiliyah, ialah semua orang yang bukan pengikut para rasul, seperti para filosof, dukun, peramal bintang, dan jahiliyah Arab yang ada sebelum Nabi diutus. Ini semua adalah ilmu kaum yang tidak memiliki ilmu tentang ajaran agama yang dibawa para rasul. Pelaku semua perkara ini disebut dukun dan peramal, atau yang semakna dengannya. Barangsiapa mendatangi mereka lalu mempercayai apa yang mereka katakan, maka ia mendapatkan ancaman.” (Tafsir al-Aziz al-Hamid (Hal. 412) dan Fath al-Majid (1/494)

Oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan

(Sumber : Mengungkap praktek sihir dan sulap, Pustaka at-Tazkia)g3800

18711 Total Views 13 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published.