CANDA NABI KEPADA SESEORANG YANG MEMINTA TUNGGANGAN

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menuturkan: “Seorang laki-laki meminta hewan tunggangan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pun menyahut: ‘Aku akan memberikanmu hewan tunggangan berupa anak unta betina.’ Lantas laki-laki itu bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apa yang bisa kulakukan dengan anak unta betina?’ Maka beliau balik bertanya:

‘Bukankah unta dewasa dilahirkan oleh unta betina?'” (HR. Tirmidzi dan lainnya)

unta-siluetImam Muhammad Syamsul Haq rahimahullah, penulis kitab ‘Aunul Ma’buud, menjelaskan: “Mulanya, sahabat ini sangsi dengan pernyataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab, umumnya asosiasi orang ketika mendengar istilah ‘anak unta betina’ mengarah pada unta yang masih kecil dan tidak layak ditunggangi, sedangkan yang layak ditunggangi adalah unta yang sudah dewasa. Namun, pada hakikatnya unta dewasa juga merupakan anak dari induknya. Jadi, baik sudah dewasa atau masih kecil, unta bisa disebut anak unta.” (‘Aunul Ma’buud (XIII/343)

‘Ali al-Qari rahimahullah menegaskan: “Tujuan Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyatakan demikian adalah bercanda atau bersenda gurau dengan Anas.” (Jam’ul Wasaa-il (II/35), teribitan al-Aqsha)

(Sumber : Canda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang shalih, Pustaka Imam Asy Syafi’i)

13307 Total Views 16 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published.