Akibat Sumpah Palsu

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ حَلَفَ عَلَى مَالِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ بِغَيْرِ حَقِّهِ، لَقِيَ اللهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ

“Barangsiapa yang bersumpah atas harta seorang Muslim tanpa haknya, niscaya kelah dia akan bertemu Allah sedang Dia murka terhadapnya.” Ibnu Mas’ud berkata:

ثُمَّ قَرَأَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِصْدَاقَهُ مِنْ كِتَابِ اللهِ: {إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا} [آل عمران: 77] إِلَى آخِرِ الْآيَةِ

“Selanjutnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan kepada kami pembenaran hal itu dari Kitabullah ‘azza wa jalla : ‘Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit…’ (sampai akhir ayat) (QS. Ali ‘Imran : 77).” (Muttafaq ‘alaih)

Kandungan hadits :

1. Penekanan haramnya bersumpah palsu sedang dia mengetahuinya.
2. Haram memakan harta orang lain dengan bathil.
3. Penetapan sifat murka bagi Allah. Keterangan manhaj Salafush Shalih tentang sifat-sifat Allah yang telah diberikan sebelumnya, sedangkan menafikan sifat murka-Nya dengan dendam-Nya merupakan bentuk pengabaian sifat-sifat Allah al-Jalil.
4. Harta dunia akan hilang, kesenangannya hanyalah sedikit, dan yang mencarinya adalah hina.
5. Sumpah palsu akan mendatangkan hukuman yang berat dari Allah Ta’ala pada hari Kiamat kelak, yaitu ketika harta dan anak tidak lagi bermanfaat, kecuali orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang bersih.
6. Al-Qur’an dan as-Sunnah saling menafsirkan dan menguatkan antara yang satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, tidak ada pertentangan dan tak ada perbedaan sebab keduanya adalah lentera wahyu.

Oleh : Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali

(Sumber : Syarah Riyadhush Shalihin, Pustaka Imam Asy-Syafi’i)

sumpah palsu

21206 Total Views 18 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published.