Akibat Doktrin Agama yang Salah

Aksi terorisme bisa juga muncul karena kesalahan mereka dalam mengambil ilmu. Sementara kesalahan dalam mengambil ilmu akan berakibat fatal. Oleh sebab itu Ibnu Sirin berkata; Sesungguhnya ilmu ini agama, perhatikan dari mana kalian mengambil agamamu.(Lihat Muqadimah Shahih Muslim, 1/43-44)

Bila salah dalam mengambil ilmu syariat akan salah pula dalam memahami ajaran Islam, suatu contoh doktrin jihad bila belajar dari bukan para ulama dan buku-buku yang menyimpang akan muncul anggapan bahwa semua aksi pembunuhan terhadap orang kafir termasuk jihad meskipun di zona damai dan tidak sedang perang. Sementara dalam pandangan fikih Islam kafir yang boleh dibunuh hanyalah kafir harbi (kafir yang sedang terjun di medan perang), Allah berfirman;

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Baqarah : 190)

g2999Kesalah fahaman dalam memahami suatu nash disebabkan karena tidak adanya ulama di daerahnya sehingga belajarnya hanya lewat internet atau buku-buku agama yang tidak direkomendasikan oleh ulama terpercaya dan bila ada nas yang tidak bisa dipahami kecuali oleh ulama dia tafsirkan sendiri sehingga yang terjadi adalah pemahaman yang salah, dan bertentangan dengan pendapat yang benar. Imam Syafi’i berkata,

Berapa banyak penghujat pendapat yang benar
Penyebab utamanya adalah dari pemahaman yang salah

Pemahaman agama yang salah akan menghasilkan teori dan aplikasi yang salah pula, sebagaimana yang dicontohkan di atas tentang doktrin jihad bila diambil dari ulama yang kerdil ilmunya akan menghasilkan pemahaman yang bisa membahayakan dirinya, orang lain bahkan agama. Maka tidak aneh kalau mereka rela mengorbankan diri demi keyakinan yang mereka yakini dengan aksi bom bunuh diri. Menurut keyakinannya mereka telah melakukan perkara mulia yaitu jihad walau harus mengorbankan nyawanya

Akan tetapi aksi yang mereka lakukan dalam pandangan Islam bukanlah jihad, tetapi aksi bom bunuh diri. Islam tidak membenarkan bunuh diri, bahkan bunuh diri termasuk dosa besar sebagaimana hadits dari Abu Hurairah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa bunuh diri dengan memakai sepotong besi, maka potongan besinya itu ada di tangannya, ia akan menusukkan ke perutnya dengan besi itu di dalam neraka jahannam, kekal abadi di dalamnya selama-lamanya. Barangsiapa bunuh diri dengan minum racun, niscaya ia menghirupnya di neraka jahannam kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka kelak ia akan jatuh ke dalam neraka jahannam kekal di dalamnya selama-lamanya.” (HR. Muslim)

Teori yang mereka pelajari adalah bahwa aksi pembunuhan terhadap orang kafir, baik kafir muahad, kafir dzimmi ataupun kafir harbi baik dilakukan di zona damai maupun di medan perang adalah jihad. Dengan teori tersebut akan mengakibatkan pembunuhan terhadap orang kafir terjadi di mana-mana dan orang yang tidak setuju dengan mereka, mereka anggap kafir dan konsekuensi kafir adalah halal darah dan hartanya. Maka tidak heran ika terjadi perampokan terhadap kaum Muslimin dan yang melakukan juga orang Muslim. Dan jangan heran kalau pelaku pembunuhan dan perampokan pelakunya adalah aktifis masjid yang dikenal baik agamanya, rajin shalatnya dan baik tingkah lakunya.

Oleh : Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin, Lc

(Sumber : Menangkal Ideologi Radikal, Pustaka Imam Bonjol)

20749 Total Views 9 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published.